DUNIA DOSEN

PEMBERLAKUAN SPP TUNGGAL DIPERGURUAN TINGGI, ETISKAH?


Siang ini ada sosialisasi sistem SPP tunggal  di UNJ untuk mahasiswa program pasca dan sebenarnya tampaknya pemerintah akan melakukan pemetaan pembiayaan perguruan tinggi. Dengan adanya SPP tunggal maka besaran pembiayaan rill mahasiswa di setiap daerah dapat lebih jelas terlihat. 

Untuk perguran tinggi wacana penerapan SPP tunggal ini berawal dari rencana Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membuat biaya pendidikan tinggi di Tanah Air seperti di luar negeri, yakni hanya berupa tuition fee. wacana baru ini kemudian dibahas dalam  Rapat Rektor PTN se-Indonesiatanggal 20 Januari 2012 . Pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia kali ini menggulirkan ide penerapan SPP tunggal dan credit earning di PTN se-Indonesia
Lahirnya kebijakan baru ini memungkinkan pemerintah untuk mengatur besaran minimum dan maksimum dari SPP di perguruan tinggi mengingat ketimpangan besaran SPP antarperguruan tinggi sangat besar. Dengan SPP tunggal,  berharap kampus menghitung semua pengeluaran universitas. Kemudian dari hitung-hitungan itu dipisah lagi antara kewajiban pemerintah dengan kewajiban masyarakat atau mahasiswa. Setelah terdata berapa besar tanggungan mahasiswa, baru dilakukan pembagian ke seluruh mahasiswa yang ada di kampus tersebut.
Yang dimaksudkan dengan pembayaran SPP tunggal  adalah SPP yang dibayarkan mahasiswa cukup membayar SPP satu kali dalam satu semester atau satu tahun. Setelah itu tidak ada lagi pungutan atau biaya-biaya lain yang dibebankan kepada mahasiswa. SPP tunggal diterapkan dengan merata-rata pengeluaran mahasiswa untuk komponen biaya pendidikan seperti SPP, biaya praktikum, biaya pengembangan gedung, dan sebagainya. Kemudian dihitung juga berapa kemampuan membayar tiap mahasiswa, termasuk kemampuan per daerah. Di luar rata-rata itu, kelebihannya akan disubsidi oleh Ditjen Dikti,
Selama ini, dalam satu semester mahasiswa banyak membayar biaya pendidikan di luar SPP. Seperti biaya praktikum, biaya laboratorium komputer, dan lainnya sehingga jadi tidak jelas berapa besaran SPP sebenarnya
Paradok 
Fakta yang melatarbelakangi gagasan SPP tunggal adalah kondisi aktual bahwa mahasiswa banyak sekali mengeluarkan uang. Selain uang rutin SPP, ada berbagai pungutan lain seperti uang buku, uang laboratorium, uang perpusatakaan, uang ujian, uang tabungan bimbingan skripsi, biaya wisuda dan KKN dan lain-lain. Dengan SPP tunggal, unit cost mahasiswa sudah dihitung, jadi tidak ada lagi pembayaran lain di luar SPP tunggal. Sekilas, SPP tunggal yang rencananya akan diterapkan tahun 2013 ini solutif, namun realitanya mengandung paradoks bahkan ironi di dalamnya. Bayangkan saja, kebutuhan di setiap unit kampus berbeda, fasilitas yang tersedia pun berbeda. Artinya, sistem SPP tunggal akan mengantarkan setiap PTN, bahkan fakultas, jurusan dan program studi untuk memiliki hitungan unit cost mahasiswa yang tentunya berbeda. Skema pembiayaan pun semakin banyak. Akan ada PTN, fakultas, bahkan jurusan dan program studi dengan SPP tunggal yang tinggi dan menjadi elitis, dan akan ada yang terkesan ‘murahan’. Sebutlah Fakultas Kedokteran dengan berbagai biaya prakteknya, SPP tunggalnya akan sangat tinggi dan sulit diakses mahasiswa miskin. Sementara bisa jadi ada jurusan di ilmu sosial humaniora misalnya yang SPP tunggalnya terjangkau menjadi incaran calon mahasiswa kelas menengah ke bawah. SPP tunggal PTN di pusat kota akan ‘menggila’ sementara PTN di wilayah marginal semakin termarginalkan..
Permasalahan utama pembiayaan di PTN yang dirasakan mahasiswa adalah tingginya biaya kuliah sehingga angka partisipasi pendidikan di Indonesia masih terbilang rendah, sementara SPP tunggal sama sekali tidak menjamin akan membuat biaya kuliah menjadi terjangkau. Ketika SPP tunggal dianggap menjadi solusi pembiayaan pendidikan di PTN padahal tidak menjamin keterjangkauan biaya kuliah, disinilah paradoks terjadi. Lihat saja implementasi BOP-B di UI, alih-alih bertindak adil dengan memberikan SPP secara proporsional, yang terjadi adalah menzhalimi calon mahasiswa baru dari kalangan tidak mampu dengan sistem pembiayaan yang memberatkan mereka. Skema pembiayaan yang terkesan berpihak pada mahasiswa, ironisnya, justru membebani mahasiswa.
Fakta yang melatarbelakangi gagasan credit earning adalah kualitas unit pendidikan yang tidak merata, sehingga perlu diberi kesempatan mahasiswa dapat mengambil kuliah lintas PTN untuk mempertajam kompetensinya. Atau lebih jauh lagi, untuk menjadikan mahasiswa di PTN memiliki pengetahuan yang sempurna dan berhubungan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sistem ini memungkinkan mahasiswa dari sebuah PTN mengambil kredit mata kuliah tertentu di PTN lainnya tanpa harus membayar di kampus penerima. Selain itu, kredit yang diambil tersebut juga akan diakui kampus asal sebagai mata kuliah pilihan.
Ironisnya, ada beberapa realita yang menjadi tantangan dalam penerapannya. Sinergitas antar PTN misalnya. Lihat saja konflik kepentingan yang mewarnai penyelenggaraan SPMB dan UMPTN beberapa tahun lalu sehingga melahirkan yang disebut SNMPTN sekarang. Bukan tidak mungkin pihak PTN akan menghitung untung rugi, baik secara materi maupun non materi, jika credit earning jadi diterapkan. Dan jangan pula dilupakan bahwa arogansi almamater, terutama di PTN ternama di Indonesia, masih sedemikian kental. Belum lagi bicara tentang kepentingan kampus yang beragam. Perlu diingat bahwa antar PTN tidak selamanya mitra, tetapi juga kompetitor. Paradoks kepentingan. Kurikulum juga belum mendukung dan mungkin mahasiswa juga tidak seantusias yang dibayangkan. Saat ini bukan zamannya mahasiswa memperbanyak SKS yang diambilnya untuk memperdalam keilmuannya. Mungkin sangat sulit dicari mahasiswa sekarang yang mengambil SKS di atas 200 hanya untuk menyempurnakan wawasannya, seperti salah seorang asisten dosen yang pernah mengajar penulis ketika masih di kampus.
 Ironis memang, realitanya mahasiswa cenderung mengejar kelulusan daripada kompetensinya. Apalagi beban akademis dan biaya kuliah semakin berat. Toh jika credit earning jadi diterapkan, hanya segelintir mahasiswa yang dapat merasakan manfaatnya, terutama mahasiswa yang memiliki kelebihan finansial. Ketika sistem Credit Earning dipercaya dapat mempertajam kompetensi mahasiswa PTN yang saat ini lebih banyak berorientasi untuk lulus cepat, disinilah paradoks terjadi
Kebenaran mungkin memang relatif, karenanya berbagai paradoks dan ironi di dunia pendidikan bermunculan seiring dengan lahirnya gagasan-gagasan baru yang memperkaya wacana. Sayangnya, ide-ide tersebut tidak serta merta sejalan dengan optimalisasi upaya pemecahan masalah utama. Tulisan ini tentunya tidak hendak membatasi inovasi dan niat baik untuk berbenah yang merupakan suatu keharusan. Namun pihak pemangku kebijakan sudah seharusnya bijak dalam pemilihan prioritas kebijakan. Jangan sampai terlalu kaya wacana kemudian hilang fokus dan tidak ada perbaikan yang berhasil dilakukan.
Entah kemana ujung pembahasan tentang RUU Perguruan Tinggi, bagaimana pula nasib pengembangan riset dan kewirausahaan mahasiswa yang wacananya sempat mengemuka, atau bagaimana upaya yang telah dilakukan untuk memastikan 20% mahasiswa PTN berasal dari keluarga kurang mampu. Jangan-jangan sepanjang tahun ini masih ramai media menyoroti tentang aksi kekerasan, tawuran, sex bebas, narkoba dan berbagai aksi konyol dari mahasiswa-mahasiswa Indonesia. Atau jangan-jangan tahun ajaran baru nanti kita akan kembali disuguhi berita tentang calon mahasiswa miskin dan cerdas yang tidak bisa kuliah di PTN karena tidak mampu membayar SPP.
Ironis sekali jika sampai ada mahasiswa miskin yang terancam tak bisa membayar biaya kuliah di tengah kemewahan gaya hidup mahasiswa masa kini. Pekerjaan Rumah dunia kampus masih sangat banyak. Kampus memang merupakan tempat bersemainya ide dan wacana, namun jangan sampai hanya sebatas gagasan tanpa realisasi perbaikan. Jangan sampai perbaikan hanya sebatas angan.
Kekhawatiran PT
konsekuensinya adalah pada arus kas universitas. Dia mengilustrasikan, sumbangan pembangunan gedung yang biasanya dibayar dalam dua kali angsuran, melalui sistem SPP tunggal akan dibayarkan hingga delapan kali, sesuai beban semester yang wajib ditempuh mahasiswa. Jika pemerintah telah memberlakukan uang kuliah tunggal, pemerintah akan menanggung biaya-biaya operasional non-investasi antara lain seperti praktikum.
Jumlah biaya operasional setiap program studi dan PTN berbeda sehingga perhitungan uang kuliah tunggalnya pun akan berbeda-beda. Intinya, dengan uang kuliah tunggal mahasiswa hanya perlu bayar satu kali tanpa tambahan bayar ini itu..kemungkinan adanya perguruan tinggi yang akan kekurangan biaya operasional apabila tidak menaikkan uang SPP. Namun, hal itu tidak perlu dikhawatirkan karena pemerintah sudah berjanji akan membantu dengan sistem Insentifnya adalah menambah dana subsidi, sedangkan disintensifnya mengurangi subsidi, terutama bagi kampus-kampus ternama dan banyak peminatnya. (dari berbagai sumber)
Iklan

Hasil Seleksi Masuk PMB TA 2012/2013 Sem. I (Ujian Seleksi tanggal 12 Mei 2012)


Kepada seluruh calon mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta Tahun Akademik Sem. I, bersama ini diumumkan peserta yang LULUS ujian seleksi tanggal 12 Mei 2012 sebagai Calon Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, sebagai berikut:

1. Persyaratan Administrasi untuk Mahasiswa Baru (Klik Disini)
2. SK Direktur dan Peserta Seleksi Program Magister (Klik Disini)
3. SK Direktur dan Peserta Seleksi Program Doktor (Klik Disini)

PERENCANAAN TENAGA KERJA


Definisi 

Miner dan Miner, memberi definisi manpower Planning, sebagai berikut : “a process which seeks to ensure that the right number and kinds of people will be at the right places at the right time in the future, capable of doing those things which are needed so that the organization can continue to achieve its goals”.

Definisi dalam arti yang luas : “manpower Planning represents a systems approach to personnel in which the emphasis is on the interrelationships among various personnel policies and programs”.

Dale yoder, mengutip pula pendapat Edwin B. Geister yang telah membandinkan aneka warna definisi Manpower Planning dimana disimpulkan bahwa dalam Perencanaan tenaga Kerja, harus secara jelas diakui pentingnya hal-hal sebagai berikut :

  1. Penggunaan yang efektif
  2. Perkiraan kebutuhan
  3. Pengembangan kebijakan dan program untuk memenuhi kebutuhan, dan
  4. Mereview dan mengawasi proses keseluruhan

Selanjutnya, dikatakan bahwa sasaran perencanaan SDM adalah untuk memastikan bahwa organisasi :

  1. Mendapatkan dan mempertahankan kuantitas dan kualitas SDM yang diperlukan,
  2. Mampu mengantisipasi masalah-masalah yang muncul dari potensi kelebihan atau kekurangan SDM

Dapat disimpulkan bahwa Perencanaan Tenaga Kerja itu adalah suatu proses penyediaan tenaga kerja dalam kuantitas dan kualitas yang diperlikan suatu organisasi pada waktu yang tepat agar tujuannya secara daya guna dapat terlaksana.

Manfaat Perencanaan Tenaga Kerja

Salah satu hal penting yang merupakan manfaat perencanaan tenaga kerja, bahwa dengan itu dapat dimungkinkan tenaga kerja yan ada dimanfaatkan secara lebih baik, setidak-tidaknya ada pedoman yang dapat digunakan dalam penggunaan tenaga kerja yang ada secara lebih efisien dan lebih efektif.

Dengan adanya perencanaan tenaga kerja, maka usaha pertama yang harus dilakukan adalah mengadakan inventarisasi tenaga kerja dalam hal-hal sebagai berikut :

  1. Jumlah tenaga kerja yang ada
  2. Kualifikasi masing-masing tenaga kerja
  3. Lama dinas masing-masing tenaga kerja
  4. Kemampuan, pengetahuan dan pendidikan masing-masing tenaga kerja
  5. Potensi bakat masing-masing tenaga kerja
  6. Minat atau perhartian tenaga kerja

Aktivitas Perencanaan Tenaga Kerja

 

  • Kebutuhan Tenaga Kerja

 

Untuk dapat menentukan kebutuhan teaga kerja pada masa depan, maka pertama-tama harus dapat ditentukan rencana strategis perusahaan dan perkiraan tingkat kegiatan masa ynag akan datang. Ada 4 cara memperkirakan kebutuhan tenaga kerja, yaitu :

  1. Penilaian manajerial
  2. Analisa rasio kecenderungan
  3. Work study
  4. Analisa keterampilan dan keahlian

Penilaian manajerial merupakan metode yang paling umum. Dengan metode ini dipikirkan perkembangan dan beban masa datang, selanjutnya diputuskan berapa banyak serta jenis orang yang akan dibutuhkan. Cara ini merupakan dasar petunjuk praktis mengenai hubungan antara tingkat kegiatan dan kebutuhan akan orang, ditambah penilaian tentang pengaruh teknologi dan perkembangan lain dalam kebutuhan tenaga kerja.

  • Suplai Tenaga Kerja

Suplai tenaga kerja dapat ditentukan melalui perkiraan suplai internal dan perkiraan suplai eksternal. Perkiraan suplai tenaga kerja yang ungkin akan tersedia di dalam perusahaan akan suplai internal dapat diperkirakan berdasarkan pada :

  1. Analisa sumber daya yang ada
  2. Analisa pemborosan
  3. Penilaian perubahan dalam kondisi keja dan absensi
  4. Perkiraan hasil program pelatihan

Berdasarkan kedua hal tersebut, yaitu perkiraan kebutuhan tenaga kerja dan perkiraan suplai tenaga kerja dapatlah ditetapkan jumlah tenaga kerja yang akan diterima selanjutnya untuk masa yang akan datang. Jadi untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja masa yang akan datang, dapat dilakukan dengan mengadakan rekapitulasi antara kebutuhan dan suplai. Misalnya untuk menetukan kebutuhan tenaga kerja untuk tahun yang akan datang, diperbandingkan antara kebutuhan dan suplai pada tahun yang bersangkutan.

 

 

Sekolah Mencetak Pengangguran, Benarkah?


Sekarang saja, ada sekitar 750.000 lulusan program diploma dan sarjana yang menganggur. Jumlah penganggur itu akan makin membengkak jika ditambah jutaan siswa putus sekolah dari tingkat SD hingga SLTA. Tercatat, sejak 2002, jumlah mereka yang putus sekolah itu rata-rata lebih dari 1,5 juta siswa setiap tahun. Dalam “kalimat lain”, ada sekitar 50 juta anak Indonesia yang tak mendapatkan layanan pendidikan di jenjangnya (Kompas, 8 April 2011). Tulisan di atas merupakan kutipan opini panjang yang ditulis oleh Yudhistira ANM Massardi. Opini itu berjudul Berhentilah Sekolah Sebelum Terlambat. Pada intinya, menurutku, kolumnis menyoroti kesalahan system pendidikan yang berlaku di Indonesia saat ini. Dijelaskan oleh penulis bahwa rerata anak sekolah bertujuan agar ia dapat menjadi pegawai (negeri) setelah lulus sekolah. Sementara, peluang kerja itu semakin berkurang seiring kemajuan teknologi yang membantu terjadinya efisiensi tenaga kerja. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar sekolah membangun budaya kreativitas melalui terbangunnya imajinasi bagi siswanya. Aku sangat menyukai kalimat ini: kreativitas melalui imajinasi. Sebagai motivator dan pengajar, aku sering membangkitkan semangat siswa dan mahasiswa dengan dunia yang saat ini kutekuni: dunia kepenulisan. Aku sering “memamerkan” beragam keenakan menjadi penulis buku: punya uang banyak, sering diundang ke penjuru tanah air, bertemu pejabat penting, dapat honor, menginap di hotel berbintang dan lain-lain. Lalu, banyak siswa dan mahasiswaku bertanya, “Bagaimanakah caranya agar dapat menjadi penulis buku? Sebuah pertanyaan yang teramat kuharapkan. Mengapa? Karena siswa dan mahasiswa terbangkitkan imajinasi untuk memunculkan kreativitasnya. Iya, kita harus menumbuhkan kreativitas mereka. Bagaimanakah membangunnya? Menurutku, membangun kreativitas anak dapat dilakukan dengan tiga cara. Ketiganya adalah membangun imajinasi, menjadi contoh, dan mengakomodasi kreativitasnya. Berikut kupasannnya. Membangun Imajinasi Suatu hari, aku membawa uang sangat banyak ke kelas. Aku sengaja membawa uang royalti buku itu untuk kutunjukkan kepada siswa dan mahasiswaku. Aku menata uang itu di atas meja depan kelas sambil menunggu kehadiran siswa dan mahasiswaku. Tak berapa lama kemudian, kelas dipenuhi olehnya. Banyak siswa dan mahasiswa terheran-heran, mengapa di mejaku tergeletak begitu banyak uang? Aku pun mulai mengajar. Di sela-sela mengajar itulah, aku memasukkan nilai-nilai edukasi berbentuk motivasi. “Apakah Anda ingin kaya?” tanyaku kemudian. Sontak, semua siswa dan mahasiswa menjawab, “Mau!” “Kalau Anda ingin kaya, jadilah penulis buku. Ini contohnya!” ucapku sambil menuding ke arah setumpuk uang. Dari suasana itulah, aku membangun imajinasi mereka. Aku memberikan bayang-bayang keindahan bahwa betapa enaknya menjadi penulis buku. Uang tak perlu dicari karena uang itu akan datang sendiri. Dan benar adanya, banyak siswa dan mahasiswa terbangun imajinasinya melalui berbagai pertanyaan yang ditujukan kepadaku. Menjadi Contoh Kita itu krisis teladan. Kita begitu sulit menemukan orang yang dapat dijadikan teladan. Pada awalnya, orang itu tampak sholeh, santun, disegani, agamais dan lain-lain. Namun, orang itu ternyata penipu. Orang itu membungkus kebusukan dirinya dengan perilaku itu. Sepandai-pandai membungkus bangkai, akhirnya tercium juga. Maka, aku berusaha tidak meniru orang itu. Aku ingin menjadi contoh atau figur bagi anak, istri, lingkungan, dan kawan-kawanku. Dan aku memulai langkah awal itu melalui karya nyata dan mengurangi banyak bicara. Aku sering mengasingkan diri dari suasana keramaian kantor. Aku suka menyendiri dengan membaca buku ke perpustakaan. Aku suka merenung dan atau menulis di taman sekolah atau kampus. Kebiasaan ini terasa kurang lazim. Maka, beberapa teman bertanya, “Mengapa Pak Johan jarang terlihat di kantor?” Mendengar pertanyaan itu, aku menjawab, “Maaf, aku tidak dapat mengimbangi obrolan teman-teman. Karena masih bodoh, aku lebih suka di sini” Banyak teman menyindir dengan sikap yang tidak kusukai. Aku dianggap sombong, sok, dan seabreg predikat buruk lainnya. Namun, beberapa teman justru mengikuti jejakku. Beberapa teman ikut membaca buku dan belajar menulis bersama denganku. Senangnya belajar bersama dengan mereka! Mengakomodasi Kreativitas Hendaknya kita tidak hanya pandai menyuruh. Namun, kita harus menerima hasil dari perintah itu. Ketika kita menyuruh seseorang, kita harus mengakomodasi hasilnya. Seperti apapun hasilnya, kita harus menghormati dan menghargainya. Sedemikian halnya dengan diriku. Aku teramat menyukai hasil karya siswa dan mahasiswaku. Aku suka mencoret-coret hasil pekerjaan mereka. Namun, aku juga memberikan masukan agar karya itu menjadi lebih baik. Pada akhir pertemuan, biasanya aku memberikan penawaran agar tulisan itu dikirim ke media cetak. Sebagai pemotivasi, aku berjanji, “Saya akan memberikan nilai PLUS jika tulisan kalian dimuat.” Hasilnya sungguh luar biasa. Beberapa tulisan mereka memang dimuat. Dan itu berarti bahwa aku harus menepati janji! Jadi, aku sependapat dengan penulis. Untuk apa sekolah jika tidak diajarkan kreativitas. Sementara, kreativitas siswa dan mahasiswa akan tumbuh jika guru dan pengajarnya juga kreatif. Tanpa keteladanan, mustahil itu tercapai. Murid itu bagaimana gurunya. Guru kreatif akan melahirkan murid kreatif. Dan itu pun berlaku sebaliknya! Demikian tulisanku pagi ini. Semoga sekadar coretan ini bermanfaat. Amin. Terima kasih.

Apa Iya Sekolah Bisnis di Harvard Bermutu?


Bangga punya gelar sarjana dari sekolah bisnis Harvard? Eits, nanti dulu …

Menghabiskan uang sebanyak USD250.000 untuk sebuah gelar sarjana dari universitas-universitas Amerika yang terkenal di dunia seperti Harvard dan Yale hanya buang-buang uang, demikian tulis sebuah buku.

“(Mahasiswa) tingkat sarjana diabaikan,” kata Andrew Hacker, yang menulis buku “Higher Education? How Colleges Are Wasting Our Money And Failing Our Kids – And What We Can Do About It” bersama dengan Claudia Dreifus.

“Pendidikan tinggi telah menjadi cagar bagi para profesor … yang telah benar-benar kehilangan kontak dengan tujuan utama pendidikan tinggi, yaitu pendidikan bagi para mahasiswa,” katanya kepada Reuters dalam sebuah wawancara.

Hacker dan Dreifus yang mengkritisi banyak universitas di Amerika Serikat, mencatat bahwa biaya untuk meraih gelar sarjana naik dua kali lipat dibanding satu generasi sebelumnya. Tapi kualitas pendidikannya tidak serta-merta naik dua kali lipat, karena sebagian besar perguruan tinggi telah kehilangan fokusnya.

Banyak profesor di Ivy League yang tidak mengajar mahasiswa sama sekali. Dan di banyak perguruan tinggi, urusan mengajar seringkali diserahkan kepada dosen tambahan yang dibayar rendah, demikian kata Hacker.

Ivy League adalah kumpulan delapan universitas di Amerika Serikat yang dianggap paling unggul dan elit secara akademis. Terdiri dari Universitas Brown, Columbia, Cornell, Dartmouth, Harvard, Pennsylvania, Princeton dan Yale. Semuanya adalah universitas swasta, kecuali Cornell yang setengah swasta.

Menurut Hacker, banyak pendidikan tingkat sarjana yang sifatnya kejuruan, mulai dari manajemen resor hingga fashion merchandising. Dan uang dalam jumlah yang sangat besar telah dihabiskan hanya untuk membangun fasilitas ruang makan dan asrama yang mewah serta gedung olahraga yang artistik. Oleh karena jumlah staf administrasi juga meningkat, maka sudah umum jika pemimpin perguruan tinggi digaji 1 juta dollar per tahun.

“Pendidikan kejuruan tingkat sarjana adalah, saya tidak ingin menyebutnya sebagai sebuah penipuan, tapi hampir seperti itu,” ujar Hacker.

“Sekolah bisnis tingkat sarjana … hanyalah merupakan sebuah sandiwara. (Di mana) orang berusia 19 tahun berperan seakan-akan mereka adalah pemimpin eksekutif dari General Electric. Itu (hanyalah) pemborosan uang dan waktu,” tandasnya.

Sarjana Unggas dan Keramik

Termasuk kejuruan yang dianggap tidak perlu dalam buku yang akan terbit 3 Agustus mendatang itu, adalah jurusan hortikultura hias, ilmu perunggasan dan teknik keramik.

“Seluruh pendidikan tingkat sarjana seharusnya merupakan sebuah pendidikan yang bebas, di mana Anda berpikir bagaimana menggali ide dan memikirkan masalah-masalah tentang kemanusiaan,” tegas Hacker. “Setelah itu, lanjutkan pendidikan ke sekolah hukum atau belajar kedokteran gigi, (terserah) Anda punya banyak waktu.”

Hacker berpendapat, tingginya iuran pendidikan hanya berkaitan sedikit dengan pengajaran.

“Biayanya menjadi tinggi, karena baik pihak universitas maupun pengelolanya menghamburkan uang seperti pelaut mabuk,” kata Hacker, seraya mengingatkan bahwa lulusan Ivy League seringkali hanya memiliki karir yang biasa-biasa saja.

Di samping menceritakan pengalaman mereka sebagai dosen di New York; Hacker di Queens College dan Dreifus di Universitas Columbia, pasangan itu juga berkeliling ke seluruh penjuru Amerika untuk mencari perguruan tinggi terbaik dan terburuk.Mereka mendaftar 10 perguruan tinggi yang menurutnya baik, dilihat dari pengajarannya, di mana mahasiswa mendapatkan kuliah yang sepadan dengan uang sekolah yang dibayarkannya. Daftar itu tidak memasukkan satu pun nama universitas anggota Ivy League.

Dreifus dan Hacker merekomendasikan Universitas Negeri Arizona karena semangat mengajarnya serta Berea College di Kentucky karena bebas biaya pendidikan dan perbandingan 1:10 untuk komposisi fakultas-siswa.

Keduanya menghargai Universitas Notre Dame karena peduli dengan kesejahteraan umum dan Massachusetts Institute of Technology karena memperlakukan dosen paruh waktu dengan baik.

Buku tersebut menyarankan agar perguruan tinggi fokus pada masalah pendidikan dan melucuti program-program olahraga, memangkas biaya administrasi yang membengkak, dan lebih memperhatikan manfaat dari fasilitas penelitian dan kesehatan.

Para penulis menyatakan, masa jabatan harus dihapuskan, cuti panjang diperpendek dan perhatian harus dicurahkan agar mahasiswa lebih terlibat secara intelektual dalam proses belajar-mengajar.

Tragedi juga terjadi di universitas-universitas AS, di mana banyak mahasiswa yang memiliki pinjaman pendidikan hingga enam digit. Padahal kemampuan mereka untuk melunasinya tidak ada.

“Hal ini tidak hanya unik bagi Amerika Serikat, tapi juga merupakan sesuatu yang baru. Sepuluh tahun lalu tidak ada mahasiswa yang mengambil pinjaman semacam ini,” cerita Hacker. Ia memperkirakan, tingkat gagal bayar pinjaman di kalangan mahasiswa akan tinggi di tahun-tahun mendatang.

Untuk mengurangi biaya, buku itu menyarankan agar orang Amerika mempertimbangkan untuk mendaftar di perguruan tinggi yang lokasinya tidak jauh dari rumah mereka. Daripada mengeluarkan biaya tambahan sekitar USD30.000 per tahun jika bersekolah di negara bagian lain.

Sumber : hidayatullah.com

KUMPULAN INFO PENTING UNTUK DOSEN :


UU Dosen
http://www.depdiknas.go.id/produk_hukum/uu/uu_14_2005.pdf
PP Dosen
http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/PP37-2009Dosen.pdf
PP Standar Nasional Pendidikan
http://www.depdiknas.go.id/produk_hukum/pp/pp_19_2005.pdf
Tunjangan Dosen
http://www.legalitas.org/incl-php/buka.php?d=2000+9&f=pp41-2009.htm
http://www.legalitas.org/incl-php/buka.php?d=2000+1&f=keppres9-2001.htm
http://www.depdiknas.go.id/produk_hukum/perpres/perpres_65_2007.pdf
http://www.depdiknas.go.id/produk_hukum/permen/permen_19_2009.pdf (Tunjangan Kehormatan Profesor)
http://www.depdiknas.go.id/produk_hukum/permen/permen_18_2008.pdf (Tunjangan Profesi Dosen )
Perpanjangan Batas Usia Pensiun Pegawai Negeri Sipil yang Menduduki Jabatan Guru Besar/Profesor dan Pengangkatan Guru Besar/Profesor Emeritus
http://www.depdiknas.go.id/content.php?content=file_perundangan&start=70&jenis=Peraturan%20Menteri&tahun=2008&show=1&show2=1

============

NIDN ( Nomor Induk Dosen Nasional )
Semua dosen baik dosen tetap, dosen honorer maupun dosen Luar Biasa WAJIB memiliki NIDN
Pengajuan NIDN Baru harus dilenkapi dengan dokumen penunjang yang lengkap:
1. scan KTP
2. SK dosen tetap
3. Surat pernyataan dosen tetap
4. Ijazah
5. SK jabatan fungsional akademik (bila sudah memiliki)

============

BEBAN KERJA DOSEN, BEBAN KERJA NORMAL DOSEN
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2010/03/pedoman-beban-kerja-2010.pdf ( Beban Kerja )
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2010/03/lampiran-beban-kerja-2010.pdf (Lampiran/Penjelasan Beban Kerja)
http://evaluasi.or.id/news/article.php?catID=10&catName=Surat+Edaran&id=40 (Beban Kerja Normal )
Pedoman beban kerja Dosen dan Evaluasi Pelaksanaan Tridharma PT bersama lampiran dan tayangan
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2010/06/prof-djoko-kustono1.rar
Oleh Prof. Dr. Ir. H. Djoko Kustono, M.Pd, Guru Besar Dekan FT Universitas Malang
Seandainya link Materi Pak Djoko tak bisa buka, melalui link ini aja :
http://www.kopertis3.or.id/html/2010/07/pelatihan-angka-kredit-dosen-dan-tenaga-administrasi-2010-revisi-1-juli-2010/

=============

PEMBINAAN KARIER JABATAN DOSEN
http://kepegawaianunand.multiply.com/journal
MATERI PENYUSUNAN RENCANA PENGEMBANGAN DOSEN PTS 2010 – 2014
http://www.ziddu.com/download/10138030/VersiMicrosoftOffice2007.rar.html

=============

INFO BPPS
-Term Of Reference BPPS ( TOR )
http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=774&Itemid=242
-Syarat-Syarat Mendaftar Sebagai Calon Penerima BPPS
http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=777&Itemid=242
-Cara Pelaksanaan
http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=778&Itemid=242
-Pascasarjana Penyelenggara BPPS Untuk Magister
http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=780&Itemid=242
-Pascasarjana Penyelenggara BPPS Untuk Magister dan Doktor
http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=779&Itemid=242
-Perguruan Tinggi Pengirim Calon Penerima BPPS
http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=781&Itemid=242
-Info implementasi kebijakan BPPS 2010
http://www.ui.ac.id/id/notice/archive/4239
-SK Ditnaga no 481/D4.4/2010 tentang penetapan besaran BPPS 2010 ( Detail beasiswa BPPS yang diterima )
http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/Dirnaga481D4-42010.pdf
-Berkas yang harus dipersiapkan
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2010/03/surat-bpps.pdf

============

STUDI LANJUT/TUGAS BELAJAR
-Studi lanjut bagi PNS Dosen dalam kaitannya dengan kenaikan jabatan, kepangkatan, sertifiksi Dosen, dan evaluasi beban kerja Dosen, oleh Trisno Zuardi,SH.,MM, Kepala Bagian
Mutasi Dosen, Biro Kepegawaian Kementerian Pendidikan Nasional
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2010/06/trisno-zuardi-studi-lanjut-bagi-pns-dosen.pdf
-Surat edaran kepala Biro Kepegawaian no 4159/A4.3/KP/2010 tanggal 27 Januari 2010 tentang Pedoman pemberian tugas belajar dan ketentuan BATAS USIA (BACA ITEM 8, USIA 37-55 TAHUN SAMPAI 2015 MASIH OK ) penerima beasiswa
http://www.dikti.go.id/tatalaksana/upload/Surat%20Edaran%20Pedoman%20Tugas%20Belajar%20bagi%20PNS.pdf
-Permendiknas no 48 tahun 2009 tentang Pedoman pemberian tugas belajar bagi pegawai negeri sipil di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional
http://www.depdiknas.go.id/content.php?content=file_perundangan&start=20&jenis=Peraturan%20Menteri&tahun=&show=1&show2
Persiapan Studi di Luar Negeri
http://www.deplu.go.id/Pages/TipsOrIndonesiaGlanceDisplay.aspx?IDP=1&IDP2=1&Name=Topic&l=id
Prosedur pengurusan keberangkatan karyasiswa ke luar negeri
http://www.uns.ac.id/data/teksLN.pdf
Panduan pengurusan keberangkatan dosen pelajar
http://www.unika.ac.id/info/beasiswa/bab1pbln.pdf
Panduan belajar ke Perancis, Jerman, Jepang, Inggeris dan Amerika
http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_docman&task=cat_view&gid=91&Itemid=57
Alamat PPI :
Perhimpunan Pelajar Indonesia di Dunia, total 57 (klik catatan kaki akan dapat link masing-masing)
http://id.wikipedia.org/wiki/Perhimpunan_Pelajar_Indonesia#cite_note-4

============

Gelar Akademik dan Sebutan Profesional
-Kepmendiknas no 178/U/2001 tentang GELAR DAN LULUSAN PERGURUAN TINGGI
http://dikti.go.id/old/index.php?option=com_content&task=view&id=61&Itemid=11
-Lampiran Kepmendikbud yang berisi Daftar jenis gelar akademik Sarjana, Magister dan Sebutan Profesi
http://imadesudiana.files.wordpress.com/2008/11/sk-gelar-akademik-1993.pdf

============

INFO SERDOS
-Dasar Hukum :
Permendiknas no 47 tahun 2009 ttg Sertifikasi Pendidik Untuk Dosen
http://www.depdiknas.go.id/produk_hukum/permen/permen_47_2009.pdf
-Pokok-Pokok Perubahan Serdos dan Pengawasan Kinerja Dosen
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2009/12/pengawasan-kinerja-dosen-pts-122009.ppt#256
-Inpassing pangkat dosen bukan pegawai negeri
http://matematika.brawijaya.ac.id/web/cms/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=50&Itemid=76
-Penetapan Inpassing Pangkat Dosen Bukan Pegawai Negeri Sipil yang Telah Menduduki Jabatan Akademik pada Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Masyarakat dengan Pangkat Pegawai Negeri Sipil
http://www.depdiknas.go.id/produk_hukum/permen/permen_20_2008.pdf
============
-Serdos 2010 ppt
http://arisbudi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/9549/Serdos+UI.ppt
-Mareri Serdos 2009 oleh Prof Haryoto
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2009/04/materi-serdos-prof-haryoto.pdf
Penjelasan Teknis Pengusulan Jabatan Akademik dan Angka Kredit Dosen
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2009/06/presentasi-ibu-agustina.ppt
============
-Buku Panduan Serdos
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2010/01/buku_i_serdos_2010.pdf
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2010/01/buku_2_serdos_2010.pdf
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2010/01/buku_3_serdos_2010.pdf
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2010/01/lampiranb3_2010.pdf

============

ANGKA KREDIT DOSEN
-Pedoman operasional perhitungan angka kredit dosen 2010
http://www.dikti.go.id/index2.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=239&Itemid=57
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2009/06/pedoman-penilaian-trisno-z1.ppt#256,1
============
-Dasar Hukum :
Kepmenkowasbangpan No. 38/KEP/MK.WASPAN/8/1999 tentang jabatan fungsional Dosen dan angka kreditnya
http://hukum.unsrat.ac.id/men/kepmenkowasbangpan_99.htm
Keputusan Bersama No.61409/MPK/KP/99 dan 181 tahun 1999 tentang Petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional Dosen dan angka kreditnya
http://www.dikti.go.id/Archive2007/skb_mendikbud_dan_ka_bakn_1999.htm
Kepmendiknas No. 36/D/O/2001 tentang Petunjuk teknis pelaksanaan penilaian angka kredit jabatan Dosen
http://www.dikti.go.id/Archive2007/kepmendiknas_36do2001.htm
=============
MATERI SOSIALISASI ANGKA KREDIT DOSEN di KOPWIL 3 tgl 1-2 Juli 2010
-Pemahaman penulisan karya ilmiah agar memenuhi kepatutan serta kaitannya dengan usulan kenaikan jenjang kepangkatan, oleh Prof. Dr. Ir. Koesmawan, M.Sc, MBA.DBA., Guru Besar Bidang Manajemen-STIE Ahmad Dahlan
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2010/06/makalah-karyailmiah-juni20103.pdf
-Penjelasan pedoman operasional penilaian angka kredit, kenaikan jabatan fungsional dosen ke Lektor Kepala dan Guru Besar, oleh Harry H.B. Mailangkay, Tim Penilai Jabatan Akademik, Kopertis Wilayah III, Jakarta
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2010/06/pedoman-operasional-penilaian-29juni-dan-1-juli-20101.pdf
-Presentasi KABAG TU dan Form JJA 2010
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2010/07/presentasi-kabag-tu-dan-form-jja-2010.rar
atau buka dari :
http://www.kopertis3.or.id/html/2010/07/pelatihan-angka-kredit-dosen-dan-tenaga-administrasi-2010-revisi-1-juli-2010/
-Penjelasan Teknis Pengusulan Jabatan Akademik dan Angka Kredit Dosen
http://www.kopertis3.or.id/html/wp-content/uploads/2009/06/presentasi-ibu-agustina.ppt

=============

Pedoman akreditasi berkala ilmiah
http://isjd.pdii.lipi.go.id/data/Pedoman-Akreditasi-Dikti.pdf (ketentuan Direktur DP2M surat no 55/D3/LL/2010 tgl 15/01/2010)
http://www.bionatura.unpad.ac.id/images/stories/PDF/permen-68-2009-rev.pdf (ketentuan Permendiknas no 68 tahun 2009 )
E-Journal Dikti
http://e-journal.dikti.go.id/site/
Panduan Penggunan E-Journal
http://dp2m.dikti.go.id/data/PanduanE-Journal.pdf
Garda Rujukan Digistal, berisi jurnal domestik, tugas akhir mahasiswa, hasil penelitian dosen
http://garuda.dikti.go.id/
E-learning Perguruan Tinggi Indonesia
http://e-learning.dikti.go.id/
Directory Open Access
Alamat situs direktori yang berisi jurnal-jurnal yang bersifat gratis
http://pustaka.ut.ac.id/website/index.php?option=com_weblinks&view=category&id=4\
0&Itemid=65
Journal Open Access
Alamat situs jurnal yang bersifat gratis untuk diunduh/download atau dibaca
http://pustaka.ut.ac.id/website/index.php?option=com_weblinks&view=category&id=4\
&Itemid=23
E-books free
http://www.hongkiat.com/blog/20-best-websites-to-download-free-e-books/
Kumpulan Tesis, Disertasi dan Jurnal Online di Internet:
http://luk.staff.ugm.ac.id/riset/
Kumpulan Buku Online di Internet:
http://luk.staff.ugm.ac.id/bk/
Cara mengacu kepustakaan dan plagiarisme:
http://luk.staff.ugm.ac.id/acu/
==================
SEMOGA BERMANFAAT UNTUK PARA SAHABAT.

===============
SHARING IS CARING, AT THE TIME YOU GIVE AT THE SAME TIME YOU GET THE HAPPINESS TOO…

——————————————————————–

Sumber : Ray Holy

Daftar IQ Tokoh Tokoh Terkenal


Kecerdasan ialah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu. Kecerdasan dapat diukur dengan menggunakan alat psikometri yang biasa disebut sebagai tes IQ. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa IQ merupakan usia mental yang dimiliki manusia berdasarkan perbandingan usia kronologis.

Distribusi Normal disebut juga Distribusi Gauss. Distribusi probabilitas yang juga mewakili sifat2 natural. Misalkan sebaran tinggi badan , tingkat kecerdasan , rupawan , kewarasan dan lain lain. Dari penelitian , distribusi IQ adalah sebagai berikut.
Image hosting by IMGBoot.com

* 50% dari nilai IQ jatuh antara 90 dan 110
* 70% dari nilai IQ jatuh antara 85 dan 115
* 95% dari nilai IQ jatuh antara 70 dan 130
* 99,5% dari nilai IQ jatuh antara 60 dan 140
* Nilai dari 132 sama dengan top 2%
* Sebuah skor 134 sama dengan atas 1%
* Nilai dari 68 sama dengan bawah 2%
* Nilai dari 66 sama dengan bawah 1%

Hasil itu menunjukkan bahwa orang genius sama langkanya dengan orang idiot. Mayoritas adalah IQ rata-rata. Hal yang menarik adalah IQ dari tokoh tokoh terkenal baik di masa lampau dalam sejarah atau tokoh yang masih hidup.

Daftar IQ dari Tokoh Yang Masih Hidup

* Fisikawan / Engineer Kim Ung-yong memiliki IQ diverifikasi 210
* Bouncer Christopher Michael Langan memiliki IQ diverifikasi 195
* Engineer Philip Emeagwali diduga memiliki IQ 190
* Juara Catur Dunia Garry Kasparov diduga memiliki IQ 190
* Penulis Marilyn Vos Savant memiliki IQ diverifikasi 186
* Aktor James Woods diduga memiliki IQ dari 180
* Politikus John H. Sununu diduga memiliki IQ dari 180
* Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diduga memiliki IQ dari 180
* Matematikawan Andrew Wiles diduga memiliki IQ dari 170
* Juara Catur Dunia Judith Polgar diduga memiliki IQ dari 170
* Catur Grandmaster Robert Byrne diduga memiliki IQ dari 170
* Juara Catur Dunia Bobby Fischer diduga memiliki IQ dari 167
* Mathematician / Physicist Stephen W. Hawking diduga memiliki IQ lebih dari 160
* Microsoft Pendiri Paul Allen diduga memiliki IQ lebih dari 160
* Aktris Sharon Stone diduga memiliki IQ 154

Daftar IQ dari Tokoh Masa Lampau

* 190 – Ludwig Wittgenstein
* 190 – Sir Isaac Newton
* 190 – Franà § ois-Marie Arouet (Voltaire)
* 180 – Leonardo da Vinci
* 180 – David Hume
* 180 – Michelangelo Buonarroti
* 179 – Johann Wolfgang von Goethe
* 176 – Emanuel Swedenborg
* 176 – Gottfried Wilhelm von Leibniz
* 175 – Johannes Kepler
* 175 – Edmund Spenser
* 175 – Baruch Spinoza
* 174 – John Stuart Mill
* 171 – Blaise Pascal
* 170 – Michael Faraday
* 170 – George Friedrich HÃ ¤ ndel
* 170 – Antoine Lavoisier

* 170 – Martin Luther
* 165 – Galileo Galilei
* 165 – Charlotte Brontà «
* 165 – Johann Sebastian Bach
* 165 – Thomas Hobbes
* 165 – Carl von Linna ©
* 165 – John Locke
* 165 – Joseph Priestley
* 165 – Ludwig van Beethoven
* 165 – Samuel Johnson
* 162 – Rena © Descartes
* 162 – Madame De Stael
* 160 – Albert Einstein
* 160 – Robert Boyle
* 160 – Benjamin Franklin
* 159 – Immanuel Kant
* 156 – Linus Carl Pauling

* 156 – Sofia Kovalevskaya
* 156 – Thomas Chatterton
* 156 – Olof Palme
* 155 – Rembrandt van Rijn
* 155 – Miguel de Cervantes
* 155 – Jonathan Swift
* 153 – Charles Darwin
* 153 – Wolfgang Amadeus Mozart
* 150 – George Eliot (Mary Ann Evans)
* 150 – Nicolaus Copernicus
* 150 – Abraham Lincoln
* 145 – Napoleon Bonaparte
* 145 – Anna Lindh
* 143 – George Sand (Aurore Dupin)
* 140 – George Washington
* 130 – Ulysses S. Grant
* 130 – Sir Francis