Bulan: Januari 2009

Hasil UN Jadi Dasar Seleksi Masuk PTN


JAKARTA] Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai lembaga independen pelaksana ujian nasional (UN)..

akan melibatkan perguruan tinggi negeri (PTN) dalam proses pengolahan hasil UN untuk SMA dan Madrasah Aliyah (MA). Hasil UN 2009 juga akan dipertimbangkan sebagai dasar seleksi masuk PTN.

Ketua BSNP Prof Edy Mungin Wibowo kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/1) menjelaskan, keterlibatan PTN dalam proses pengolahan hasil UN 2009 terbatas hanya untuk SMA dan MA. Tujuannya untuk mendorong satuan pendidikan termasuk di dalamnya perguruan tinggi untuk mau melaksanakan Pasal 68 Peraturan Pemerintah (PP) 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP).

PP tersebut mengamanatkan satuan pendidikan untuk menjadikan hasil UN dan ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) sebagai dasar seleksi untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Edy yang didampingi Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Balitbang Depdiknas, Burhanuddin Tola serta Ketua Panitia UN 2009, Prof Djemari Mardapi mengatakan, BSNP mendorong PTN untuk mempertimbangkan penggunaan hasil UN 2009 sebagai dasar seleksi calon siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

Demikian juga, satuan pendidikan lainnya agar melakukan hal yang sama menggunakan hasil UN di masing-masing jenjang sebagai dasar seleksi misalnya dari SD ke SMP, SMP ke SMA sehingga satuan pendidikan cukup melakukan tes bakat dan kemampuan, inteligensia, kepribadian, dan sebagainya sesuai kebutuhan.

Sementara itu, Ketua Panitia UN 2009, Prof Djemari Mardapi mengatakan, pemerintah dan BSNP mengharapkan satuan pendidikan bisa secepatnya mengimplementasikan ketentuan dalam PP 19/2005 tersebut meski toleransi waktu yang diberikan hingga tujuh tahun ke depan. PP tersebut tidak memberikan sanksi terhadap satuan pendidikan yang tidak atau belum menerapkan ketentuan dalam Pasal 68 PP SNP, namun demikian pemerintah boleh, bahkan wajib mempertanyakan kepada institusi yang belum melaksanakannya.

UN April

Sebelumnya, Prof Edy Mungin Wibowo menjelaskan, pelaksanaan UN 2009 untuk SMA, SMA Luar Biasa, Madrasah Aliyah (MA), SMK akan dilaksanakan pada 20-22 April 2009 dengan tiga mata pelajaran untuk SMA/MA dan SMALB, SMK, yakni Bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan Matematika, khusus untuk SMK ditambah uji kompetensi yang dilaksanakan sebelum UN.

Jadwal UN untuk SMA dan MA tahun 2009 diperpanjang menjadi 5 hari atau dua hari lebih panjang dibanding UN tahun 2008. Selama lima hari tersebut, peserta didik akan mengikuti ujian sebanyak enam mata pelajaran, di mana hari pertama akan diujikan dua mata pelajaran, setelah itu satu mata pelajaran per hari. UN tingkat SMP/MTS, SMP Luar Biasa dilaksanakan pada 27-30 April 2009 dengan empat mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA.
Sumber : Suara Pembaruan

Iklan

Penelitian Sebuah Langkah


Perkembangan Skripsi, Tesis, Disertasi dan Karya Ilmiah Berbagai Universitas Negeri dan Swasta di Indonesia.

Berikut ini adalah beberapa paragraf yang saya temukan waktu baca-baca artikel dari internet. Menggelitik sekali! Namun memang kenyataannya sering kali terjadi dan beginner sering kali terjebak dalam kondisi seperti di bawah ini:

Hal yang sering terlupakan oleh mahasiswa adalah audience atau pembaca dari tulisannya. Strategi penulisan akan berbeda jika yang membaca adalah orang yang mengerti teknis (dosen, insinyur, teknisi) dan orang yang kurang mengerti teknis (umum). Thesis atau laporan tugas akhir ditujukan kepada orang yang mengerti teknis. Untuk itu isi dari laporan biasanya lebih teknis. Bahasa yang digunakan untuk menjelaskan harus pas. Jika anda menganggap bahwa pembaca seorang yang bodoh, maka pembaca akan merasa terhina (insulted).

Coba pikirkan penjelasan kalimat di bawah ini. Mari kita misalkan biaya produksi dari perangkat ini dengan bakso. Jika satu mangkok baso harganya 3000 rupiah, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli 1000 mangkok baso.

Bandingkan dengan kalimat di bawah ini.

Mari kita gunakan variabel x sebagai jumlah unit yang akan diproduksi. Biaya produksi sebuah unit adalah 3000 rupiah. Maka biaya produksi 1000 unit adalah 1000x.

Dengan menggunakan permisalan mangkok baso, maka anda telah menghina intelektual pembaca! Tentunya contoh di atas terlalu ekstrim. Kasus yang terjadi tidak se-ekstrim itu namun mendekati. Misalnya, di bidang saya (bidang digital), tidak usah menjelaskan Boolean logic pada bagian pendahuluan dari thesis anda. Anda hanya akan menghabiskan tempat dan menghina pembaca pada saat yang bersamaan. Di satu sisi yang lain, ada juga mahasiswa yang menulis dengan sangat kompleks sehingga justru sulit dimengerti. Mungkin dalam pikirannya adalah ilmu dan teknologi itu secara prinsip harus sulit, sehingga penjelasannya pun harus sulit dimengerti. Penulis yang baik adalah penulis yang dapat menjelaskan sesuatu yang sulit dengan cara yang sederhana sehingga mudah dimengerti. Tentunya hal ini dilakukan dengan tanpa merendahkan intelektual pembaca.

Sejarah Asal Research


Salah satu sifat manusia yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa adalah sifat ingin tahu. Sejak kecil, dengan dilengkapi kepandaian menggunakan tangan dan kakinya, ia berusaha ingin tahu segala sesuatu yang ada di sekitar dan lingkungan tempat tinggalnya. Semakin tumbuh dewasa dan berkembang kepandaiannya melalui pendidikan orang tuanya, semakin besar keingintahuannya.

Dan segala sesuatu yang ingin diketahuinya adalah yang lebih rumit dan tentu saja Imagememerlukan penguasaan berpikir dan berbahasa yang semakin rumit pula. Seringkali keingintahuannya tersebut dinyatakan dalam bentuk pertanyaan atau permasalahan. Dan setiap pertanyaan atau permasalahan itu ia mengharapkan jawaban atau pemecahan. Maka sifat manusia lainnya yang dianugerahkan adalah usaha untuk mengetahui jawaban atau memperoleh pemecahan masalah. Dan tentunya, jawaban atau pemecahan yang diperoleh tersebut adalah suatu kenyataan yang benar mengenai masalah tersebut.

Pada hakikatnya penelitian diawali dari hasrat keingintahuan peneliti yang dinyatakan dalam bentuk pertanyaan atau permasalahan. Setiap pertanyaan atau permasalahan tersebut perlu jawaban atau pemecahan. Dari jawaban dan pemecahan tersebut peneliti memperoleh pengetahuan yang benar mengenai suatu masalah. Pengetahuan yang benar adalah yang dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Untuk memperolehnya harus mengikuti kaidah-kaidah dan menurut cara-cara bekerjanya akal yang disebut logika, dan dalam pelaksanaannya diwujudkan melalui penalaran.. Pengetahuan yang benar tersebut disebut juga pengetahuan ilmiah atau ilmu. Dengan demikian penelitian ilmiah adalah suatu metode ilmiah untuk memperoleh pengetahuan menggunakan penalaran. Penalaran tersebut dilaksanakan melalui prosedur logika deduksi dan induksi. Dengan pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain untuk pengembangan pengetahuan dan teknologi, perencanaan pembangunan dan untuk pemecahan masalah-masalah dalam kehidupan manusia.

Penelitian atau research berasal dari kata re dan to search yang berarti mencari kembali yang menunjukkan adanya proses berbentuk siklus bersusun yang selalu berkesinambungan.. Penelitian dimulai dari hasrat keingintahuan dan permasalahan, dilanjutkan dengan pengkajian landasan teoritis yang terdapat dalam kepustakaan untuk mendapatkan jawaban sementara atau hipotesis. Selanjutnya direncanakan dan dilakukan pengumpulan data untuk menguji hipotesis yang akan diperoleh kesimpulan dan jawaban permasalahan. Dalam proses pemecahan masalah dan dari jawaban permasalahan tersebut akan timbul permasalahan baru, sehingga akan terjadi siklus secara berkesinambungan.

Beberapa segi dari teori


Ada beberapa hal yang berhubungan suatu teori dalam penelitian kualitatif antara lain pengertian dan fungsi teori, bentuk formulasi suatu teori, teori substantif dan teori formal dan unsur-unsur suatu teori. Definisi Teori. Snelbecker (1974:31) menangartikan teori sebagai seperangkat proposisi yang berinteraksi secara sintaksi dan berfungsi sebagai wahana untuk meramalkan dan menjelaskan fenomena yang diamati. Sehingga membagi empat fungsi dari teori yaitu :

* Mengsistematiskan penemuan-penemuan penelitian.

* Menjadi pendorong untuk menyusun hipotesis dan dengan hipotesis membimbing peneliti mencari jawaban.

* Membuat ramalan atas daar penemuan

* Menyajikan penjelasan dan dalam hal ini, untuk menjawab pertanyaan mengapa. Sedang Mark dan Goodson (1976:235) sebagai aturan yang menjelaskan proposisi yang berkaitan dengan beberapa fenomena alamiah dan terdiri atas referesentasi simbolik dari a).hubungan yang bisa diamati diantara kejadian-kejadian. b). mekanisme atau struktur yang diduga mendaari hubungan demikian. c).hubungan yang disimpulkan serta manefestasi hubungan empiris apapun secara langsung.

Bentuk formulasi teori.

Glasser dan staruss (1980:31) untuk keperluan penelitian kualitatif yang dikenal dengan teori dari dasar penyajian suatu teori dapat dilaksnakan dalam dua bentuk : a). penyajian dalam bentuk seperangkat proposisi atau secara proposional b). dalam bentuk diskusi teoritis yang memanfaatkan kategori konseptual dan kawasannya.

Teori substantif dan teori formal.

Teori substantif adalah teori yang dikembangkan untuk keperluan substantif atau empiris dalam inkuiri suatu ilmu pengetahuan. sedang teori formal teori untuk keperluan atau yang disusun secara konseptual dalam bidang inkuiri suatu ilmu pengetahuan. Unsur-unsur teori unsur teori dibentuk melalui analisa perbandingan meliputi, a). kategori konseptual dan kawasan konseptual. b). hipotesis kerja atau hubungan generalisasi diantara kategori dan kawasannya. c). integrasi